TRAINING OPERATOR CRANE KEMNAKER RI

Training Operator Crane – Dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.01/MEN/1989 telah ditetapkan kualifikasi dan syarat-syarat operator Crane. Setiap operator Crane harus memiliki sertifikat yang diperoleh melalui pelatihan. Operator yang memiliki sertifikat memegang peranan penting dalam mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dalam mengoperasikan Crane, karena operator mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian yang aman.Sertifik

Karena itu pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Melalui pendidikan dan pelatihan dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja.

TUJUAN TRAINING OPERATOR CRANE

Program ini dibuat dalam rangka penyeragaman dan penyesuaian pelaksanaan pembinaan dan pengujian lisensi K3 bagi Operator Pesawat Angkat dan Angkut di seluruh Indonesia sebagamana diatur dalam peraturan menteri no. 05/Men/1985 tentang pesawat Angkat dan Angkut dan Peraturan

Secara khusus, pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk :

  1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan crane sehingga operator akan bertanggungjawab dan lebih berdisiplin.
  2. Memahami dan mengerti persyaratan keselamatan & kesehatan kerja (K3) dalam mengoperasikan crane yang lebih efisien produktif dan aman.
  3. Mengendalikan bahaya sehingga penyebab terjadinya kecelakaan dengan mengenal dan mengevaluasi sumber bahaya yang mungkin terdapat di tempat kerja.

MATERI TRAINING OPERATOR CRANE


MATERI PEMBINAAN OPERATOR MOBILE CRANE

  1. Kelas I (Beban lebih dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 60 meter)
  2. Kelas II (Beban lebih dari 25 ton kurang dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 40 meter kurang dari 60 meter)
  3. Kelas III (Beban kurang dari 25 ton dan tinggi menara kurang dari 40 meter)
NO MATERI Kelas I Kelas II Kelas III
KELOMPOK DASAR
1. Kebijakan dan dasar-dasar K3 4 4 2
2. Peraturan perundang-undangan 6 6 4
a.        Undang-undang No. 1 Tahun 1970
b.       Permenaker No. 05/Men/1985
c.        Permenaker No. 09/Men/2010
KELOMPOK INTI
1. Pengetahuan dasar keran angkat 2 2 2
2. Pengetahuan dasar motor penggerak 2 1
3. Pengetahuan dasar hidrolik 2 1
4. Perangkat keselamatan kerja (Safety Devices) 2 2 2
5. Tali kawat baja 2 1 1
6. Alat bantu angkat dan pengikatan 2 1 1
7. Sebab-sebab kecelakaan dan penanganannya 2 2 2
8. Menghitung berat beban 4 2 2
9. Pengoperasian aman 4 2 2
10. Perawatan dan pemeriksaan harian 2 2 2
KELOMPOK PENUNJANG
1. Pengetahuan Job Safety Analysis 2
2. Stabilistas 2 2
UJIAN
1. Teori 4 4 2
2. Praktek 8 8 8
JUMLAH 50 40 30

MATERI PEMBINAAN OPERATOR TOWER CRANE

  • Kelas I (Beban lebih dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 60 meter)
  • Kelas II (Beban lebih dari 25 ton kurang dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 40 meter kurang dari 60 meter)Kelas III (Beban kurang dari 25 ton dan tinggi menara kurang dari 40 meter)
    NO MATERI Kelas I Kelas II Kelas III
KELOMPOK DASAR
1. Kebijakan dan dasar-dasar K3 4 4 2
2. Peraturan perundang-undangan 6 6 4
a.        Undang-undang No. 1 Tahun 1970
b.       Permenaker No. 05/Men/1985
c.        Permenaker No. 09/Men/2010
KELOMPOK INTI
1. Pengetahuan dasar keran angkat 2 2 2
2. Pengetahuan dasar motor penggerak 2 1
3. Pengetahuan dasar kelistrikan 2 1
4. Perangkat keselamatan kerja (Safety Devices) 2 2 2
5. Tali kawat baja 2 1 1
6. Alat bantu angkat dan pengikatan 2 1 1
7. Sebab-sebab kecelakaan dan penanganannya 4 2 2
8. Menghitung berat beban 2 2 2
9. Pengoperasian aman 4 4 2
10. Perawatan dan pemeriksaan harian 2 2 2
KELOMPOK PENUNJANG
1. Pengetahuan Job Safety Analysis 2
2. Stabilistas 2
UJIAN
1. Teori 4 4 2
2. Praktek 8 8 8
JUMLAH 50 40 30

 


MATERI PEMBINAAN OPERATOR OVERHEAD CRANE

Kelas I (Beban lebih dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 60 meter)

II (Beban lebih dari 25 ton kurang dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 40 meter kurang dari 60 meter)

Kelas III (Beban kurang dari 25 ton dan tinggi menara kurang dari 40 meter)

NO MATERI Kelas I Kelas II Kelas III
KELOMPOK DASAR
1. Kebijakan dan dasar-dasar K3 4 4 2
2. Peraturan perundang-undangan 6 6 4
a.        Undang-undang No. 1 Tahun 1970
b.       Permenaker No. 05/Men/1985
c.        Permenaker No. 09/Men/2010
KELOMPOK INTI
1. Pengetahuan dasar keran angkat 2 2 2
2. Pengetahuan dasar motor penggerak 2 1
3. Pengetahuan dasar kelistrikan 2 1
4. Perangkat keselamatan kerja (Safety Devices) 2 2 2
5. Tali kawat baja 2 1 1
6. Alat bantu angkat dan pengikatan 2 1 1
7. Sebab-sebab kecelakaan dan penanganannya 4 2 2
8. Menghitung berat beban 2 2 2
9. Pengoperasian aman 4 4 2
10. Perawatan dan pemeriksaan harian 2 2 2
KELOMPOK PENUNJANG
1. Pengetahuan Job Safety Analysis 2
2. Stabilistas 2
UJIAN
1. Teori 4 4 2
2. Praktek 8 8 8
JUMLAH 50 40 30

INSTRUKTUR

Tenaga AHLI dari KEMENAKERTRANS RI, Disnaker setempat, dan Praktisi yang berpengalaman di bidang K3 Crane.

 

PESERTA TRAINING OPERATOR CRANE

Persyaratan Peserta :

  1. Pendidikan formal minimal SMA
  2. Membawa Foto Copy Ijasah terakhir
  3. Pengalaman dibidangnya.
  4. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
  5. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3, 3×4 masing-masing 3 lembar (background merah)

METODE TRAINING

  1. Presentation
  2. Discuss
  3. Case Study
  4. Post Test
  5. Evaluation

WAKTU & TEMPAT

  • Tanggal : Tentative
  • Tempat : Yogyakarta
  • Biaya : Rp 5.500.000 – Rp 6.000.000
  • Menerima Pelatihan SIO Crane secara In House Training

Pelatihan Lainnya : Inspektur Crane BNSP 

INFORMASI & PENDAFTARAN

CV. PRIMASINDO INCORPORATION

Contact Person:

BRIAN (082136063010)

Surel :

brian.primasindo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *